Salah seorang klien kami ingin mempunyai kolam ikan, dengan air yang gemericik mengalir. Memandangi ikan di kolam punya sensasi berbeda pari pada dari aquarium. Tetapi bagaimana mensiasatinya kalau lahannya sempit? Apalagi bila berharap ada floating candle, untuk memberi kesan romantik di saat tertentu. Saat menjamu makan tamu, atau sekedar menjamu anggota keluarga di malam hari.
Mendapat “PR” mendesain kolam ikan dalam rumah tentu mengasyikkan. Apalagi ketika hasilnya benar-benar nyata. Tidak hanya desainnya tetapi juga sungguh dapat dinikmati.
Dua buah gambar saya sajikan , gambar denah dan gambar perspektif kolam ikan mungil. Yang pertama gambar denah dari kolam ikan tersebutl (lihat di atas) .
Lahan yang tersedia di bagi menjadi dua bagian tidak sama besar. Bagian yang lebih kecil dipakai untuk menaruh papan kayu untuk mengakses kolam dari satu sisi samping.
Gambar kedua adalah gambar perspektinya.

Pada gambar perspektif kelihatan di sisi kiri adalah floating candle, alias lilin yang dapat diletakkan di gelas kaca. Dinding di sisi belakang kolam dan samping kanan mengunakan batu alam, dan di bagian depannya menggunakan batu koral. Di bagian tengah belakang dibuat semacam tugu kecil juga dari batu alam hitam. Air yang bergemericik mengalir batu alam itu. Di bagian depannya di taruh tanaman hias atau bunga untuk memberi kesan asri atau alami. Komposisi warna asesoris di sekitar kolam menambah keunikan kolam ikan itu.
Kolam ikan mungil ini dapat juga diterapkan untuk kantor atau restoran dengan lahan terbatas.
Hmm, menarik bukan? Tentu saja ke dua gambar di atas perlu dilengkapi dengan gambar kerja agar pelaksana dapat mengerjakan. Gambar kerja menyajikan ukuran dimensi dari masing-masing bagian agar kolam ikan nantinya sungguh tampil dengan komposisi yang seimbang. Perlu juga diperhatikanbeberapa teknik spesifik agar air dalam kolam itu tidak sampai bocor atau merembes ke bagian lain dari rumah. Tetapi tukang yang berpengalaman biasanya sudah tahu kok cara membuatnya. Dalam kasus di atas baik desain maupun pelaksanaannnya dikreasi oleh studio kami.

Email: Klik di sini
Hubungi Studio Annahape
Artikel terkait Desair rumah etnik.
Artikel lain: Desain interior kantor
Jadilah Pembaca Tetap Kami, daftar klik di sini (Gratis kok)












www.blogtoplist.com/personal

19 comments
Comments feed for this article
September 12, 2007 pada 9:48 am
a.niappa
Menempatkan sebuah kolam ikan di dalam rumah merupakan salah satu indikasi bahwa rumah bukan sekadar tempat untuk berlindung dari panas dan hujan, tetapi juga sebagai tempat istirahat para penghuninya setelah sehari penuh beraktivitas. Supaya suasana rumah lebih mendukung maksud tersebut, beberapa pengguna bangunan kemudian membawa ‘alam’ ke dalam interiornya. Cling! Ternyata cara ini berhasil membuat suasana menjadi lebih segar dan santai. Sebenarnya tidak hanya kolam ikan, kebun kecil dgn koral pun bisa menjadi pilihan bagi yang senang dengan tanaman.
Tapi jangan memindahkan kebun binatang ke dalam rumah loch. Iya kan Bu
Selamat berkarya.
September 21, 2007 pada 1:19 am
Yusuf
Sepertinya prespektif kolam yang mba Anna buat diatas modelnya edge cut atau kolam yin yang. (tau ah apa istilahnya) yang penting itu lho yang tepi kolamnya seolah-olah gak ada. gimana cara buatnya ya…? Soalnya rencananya di rumah saya pinginnya buat seperti itu, tepat di halaman belakang, mba Anna bisa kasi masukkan gak. Trims.
Semoga buat kolamnya jadi. Masukan apa yang diharapkan?
Nopember 7, 2007 pada 2:47 am
Kristina
Bolehkah saya minta saran untuk renovasi kolam ikan? Di belakang rumah kami ada ruang sebesar 5.5 * 5 mtr. Separuhnya (tanpa atap) kami buat kolam ikan dengan batu-batuan alam dan tanaman. Tapi selama ini perawatannya sangat susah dan sering kotor, kena polusi, air hujan, daun2 kering dan lain-lain. Filter sering mampet dan seharusnya air yg. bersirkulasi, jadi tidak bisa sirkulasi. Kami ingin menggantinya dengan yg. lebih mudah perawatan, misalnya air mancur kecil, atau court yard dengan air mengalir. Jika kolamnya kecil apakah ikan2 masih bisa hidup?
Terima kasih.
Nopember 19, 2007 pada 5:32 am
Agus Prayitno
Kolam menambah prestise penghuni rumah. Selamat berkarya.
Februari 11, 2008 pada 7:59 am
cholifah
Bagi tip buat kolam ikan dihalaman depan dong mbak, makasih
Februari 27, 2008 pada 12:16 am
yosie
mbak anna, aku pny lahan 1.5×1.5 mtr di pojok blk rmh, mau kubikin kolam ikan dg air mancur bagus ga ya?kira2 model yg gmn yg bagus?secara rmhku kecil d luas tanah 180m2. mohon saran ya mbak.. atau bisa mail private? thanks.
April 17, 2008 pada 10:03 am
novi
mbak, aku mau buat kolam lele n ikan hias untuk dijual. Luas lahan 1,2×6,3m bentuk L. rencana yang atas dibuat lele n bawah untuk ikan hias. apa bentuk ini sudah ok atau ada ide lain?kalo udah oke, rencana mau dibuat berseri untuk lele 3 seri. Ukurannya enaknya berapa, atau dibagi 3 panjangnya?tq
September 18, 2008 pada 6:45 am
joyo
makasih mbak, ide idenya ok banget. selamat berkarya terus
Oktober 7, 2008 pada 11:52 am
nizar
saya sangat berterimakasih sakali dengan adanya Website-ini! semoga tetep sukses
Nopember 8, 2008 pada 10:53 am
Eliezer Sebastian
Dear Ibu Anna, saya memiliki lahan belakang 2 X 5 m di dalam rumah , rencana nya saya ingin membuat kolam ikan , taman dan ruang santai untuk keluarga di lahan tersebut, apakah ibu dapat membantu & membagi tips design nya? Thks
Nopember 16, 2008 pada 1:53 am
andry
mbak saya mw nanya air mancur yang gimana yg cocok untuk aquarium di belakang rumh dgn panjang 5 meter dan lebar 1 meter mohon bantuannya
Nopember 24, 2008 pada 1:25 am
syamsul alam
mbak saya sedang membangun majelis taklim dengan ukuran lahan 10 x 20 meter, lantai 2. Rencana saya dilantai satu saya gunakan sebagian untuk garasi mobil ukuran ( 5 x 10 ) meter, dan sebagian lainnya ukuran 5 x 10 meter saya akan manfaatkan utk kolam ikam gurame atau arowana, mba mohon bantuannya. tks
Januari 27, 2009 pada 1:22 pm
benny
mbak tolong saya diberikan solusi yg benar,
saya mempunyai kolam bali didepan rumah, ukuran 2×1.5m
semua bahan dari batu alam dan pengerjaan oleh tukang dimana tempat saya membeli batu alam tsb.
yg saya tanyakan, kenapa kolam tsb cepat sekali berlumut tebal, dalam kurang lebih 3 atau 4 hari sudah datang lumut tebal lg.
mohon bantuannya mbak…thanks.
Maret 11, 2009 pada 6:08 am
Ade Vindra
Mbak Anna, saya ada rencana membuat kolam ikan minimalis di dlm rumah dg ukuran 2×1.5 m – yg masih kelihatan natural – lengkap dengan pancuran kecil . Bagaimana sebaiknya design nya Mbak. Mohon advisenya, thanks
Maret 17, 2009 pada 6:36 am
pak Abdil
your work is good, dear Anna Hape, coba bikin yang lain atau kapan-kapan saya sumbang ide disain untuk Anda.
Mei 6, 2009 pada 9:26 am
hadi
saya punyi a kolam ukuran 2,5m x 2,00m,.. mau saya ganti dengan gaya minimalis pakai batu alam susun sirih seperti lagi tren sekarang…
kira-kira berapa biayanya sakarang ?
hubungi saya di 02192778400
Mei 15, 2009 pada 8:43 am
nadia lestari
waw heboh……kepengen ach……………………………………………….
Mei 24, 2009 pada 6:18 am
andi Wijaya
Bagai mana system filter dalam pembuatan kolam untuk taman rumah?
Salam,
andi Wijaya
Juni 21, 2009 pada 10:45 am
Aditya
Nice article…. oh ya mau tanya apa pinggiran kolam ikannya itu dibuat overflow? kok ga keliatan edgingnya…. tapi bagus kok jarang ada kolam ikan yang edgingnya dibuat overflow atau mungkin Mbak buat untuk sirkulasi air kolamnya?