Dalam Tip 20 saya menguraikan beberapa skema pembiayaan pembangunan rumah idaman Anda, terkait dengan tukang dan kontraktor. Intinya ada 3 skema biaya bangun rumah Yaitu: (1)langsung berhubungan dengan mandor/tukang, (2) cost and fee (3) kontrak penuh dengan kontraktor. Mana yang sebaiknya Anda pilih?
Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Pada kesempatan ini saya akan membahas kelebihan dan kekurangannya satu per satu.
1. Faktor biaya yang harus Anda keluarkan. Dari segi nominal biaya yang harus Anda keluarkan: langsung berhubungan dengan tukang (alternatif 1) lebih murah daripada alternatif 2. Dan pilihan skema cost and fee, lebih murah daripada menyerahkan sepenuhnya semua pekerjaan pada kontraktor alternatif 3).
2 Faktor tenaga dan waktu yang harus Anda sediakan. Tenaga dan waktu yang harus sediakan berbanding terbalik dengan biaya yang harus Anda keluarkan. Artinya, kalau Anda ingin mengeluarkan sedikit biaya dengan memilih alternatif pertama Anda harus menyediakan waktu dan tenaga ekstra untuk mengawasi tukang, baik kualitas kerja maupun kecepatan kerja, serta konsultasi teknis bila tukang membutuhkan saran teknis. Anda juga harus cukup waktu untuk mencari supplier bahan bangunan, menentukan pilihan bahan dan pergi berbelanja/berhubungan dengan toko bangunan. Kalau Anda memilih alternatif 2 (cost and fee), waktu dan tenaga ekstra Anda setidaknya untuk memilih dan berbelanja material. Sementara pengawasan dan konsultasi teknis Anda serahkan pada kontraktor/arsitek pengawas.

3. Faktor Pengetahuan teknis bangunan. Pengetahuan teknis bangunan juga berbanding terbalik dengan nominal biaya. Sebaiknya Anda mempunyai pengetahuan teknis minimal kalau Anda memilih alternatif 1. Misalnya Anda harus cukup tahu tentang tahap-tahap pembangunan struktur, pilihan atas jenis besi untuk beton sampai teknis pengecatan dan pemasangan ubin lantai.
4. Faktor Resiko. Masing-masing skema pembiayaan mempunyai resiko tersendiri. Misalnya, kalau Anda memilih pembiyaan dengan skema pertama, sementara Anda tidak mempunyai pengetahuan teknis bangunan, tentu resiko kesalahan menjadi sangat besar. Sementara pilihan skema ke tiga, yakni sepenuhnya menyerahkan pada kontraktor, beresiko biaya tinggi. Yang penting diperhatikan adalah: Apapun pilihan Anda, Anda harus memperhitungkan resiko dan merencanakan segala sesuatunya bila resiko tersebut terjadi.
Setelah membaca tip ke 20, seorang pengunjung web mengirim email dan bertanya kepada kami. Kurang lebih peratanyaan demikian: kalau saya memilih skema cost and fee, bagaimana saya dapat mengetahui bahwa kontraktor tidak meng-mark-up harga material?
Pertanyaan di atas kurang tepat, karena dalam model pembiayaan cost and fee Anda sebagai pemilik rumah harus berbelanja sendiri material yang dibutuhkan serta melakukan pembayaran tukang. Karena itu tidak mungkin ada mark-up karena Andalah yang melakukan survey harga dan berbelanja.
Anda justru mungkin mendapat harga yang lebih murah atau discount kalau Anda membelanjakan kebutuhan semen, besi, bata dan sebagainya sekaligus dalam jumlah besar di awal proses pembangunan. Potongan harga ini lah yang biasanya diperoleh kontraktor sebagai salah satu keuntungan.
Salam

Mendesain dengan hati
Email: Klik
Hubungi Annahape Studio












www.blogtoplist.com/personal

29 comments
Comments feed for this article
September 1, 2008 pada 6:22 am
ernesto
mbak mhon pencerahannya nih…
saya punya rumah dengan lb/lt : 36/150 (dinding Batako)
begini, ini rumah saya beli awal tahun kemaren…rumah ini merupakan bangunan yang udah lumayan tua sekitar 20 tahunan….terdapat kerusakan2 seperti:
- Atap genteng yang udah pada retak(tidak semua), sehingga bocor.
- plafon yang sudah tua, yang sudah rapuh karena kena bocoran air,
- Dinding yang lapisan semennya sudah mengelupas dan runtuh,
- instalasi listrik yang berantakan (di Atas Plafon),tapi masih bisa digunakan.
yang saya tanyakan,
- perlukah say mengganti smua genting (atap) dengan genting(atap) yang baru secara keseluruhan? atau mengganti bagian atap yang rusak aja (kemarin saya mencoba naik atap gentingnya pada retak, jadi rada takut jika saya naik untuk mengganti akan merusak genting yang lain).
- menurut mbak, plafon yang baik dari bahan apa yah….?
- mana yang lebih dulu memperbaiki dinding terlebih dahulu atau memperbaiki instalasi listrik?
untuk tipe 36 kira2 berapa unit genting yang saya perlukan?
maaf jika pertanyaannya masih terlalu mentah…..
September 17, 2008 pada 3:43 am
among
aku punya sedikit masalah ,nich mbak
gimana ya model pagar dan pintu besi rumah yang letak tanah halaman lebih tinggi 1 meter dari jalan raya, padahal aku menginginkan masuk halaman lewat pintu gerbang tanpa harus ada tanjakan, tapi kalau mau masuk rumah dubuat tangga . thanks buanyaaak
Oktober 4, 2008 pada 2:59 am
Bangun rumah
Wah,,artikelnya bagus juga mbak…..!!!
Terima kasih yach atas infonya…..
Oktober 11, 2008 pada 4:06 pm
syahril adam
Mbak, aku lagi bingung nih masalah rumah… Aku punya rumah petak ukuran 6×9 (bangunan) dan 6x 11 (tanah). Rumah itu ex tahun 80-an. Rencananya mau saya tingkat full. Dalam rangka efisiensi, saya menginginkan pembetonan (dak) dilakukan tanpa merubuhkan total struktur bangunan eksisting. Rencannya, lantai satu yang tadinya ada dua kamar akan saya bobok sehingga menjadi lapang. Sedangkan lantai dua akan ada dua kamar. Faktor apa yang mesti diperhatikan. Perlu gak ya membuat pilar penopang di tengah-tengah lantai satu..Pengennya sich ga ada biar lapang.
Atas solusinya saya ucapkan terimakasih..
Oktober 23, 2008 pada 6:09 am
BAMBANG
MBAK. aku sedikit pusing neh. aku punya permasalahan dalam pembagunan. kebetulan aku arsitek juga. aku punya pekerjaan yang sistemnya hanya menggunakan jasa pengawasan. dan pekerjaan tersebut saya carikan mandor dan saya yang mengawasi. bisa dibilang biaya kami sangat murah dan tanggung jawap sangat besar. anggaran biaya pekerjaan 830 jt. uantuk finisingnya saja. diaya upah kerja 197juta. dan biaya saya itu tidak jelas. dalam pembicaraan awal saya cuma disuruh ngawasi. dan selang berjalan 1 minggu ko kami jadi ikut membeli material. tentu saja saja pakai 3 orang untuk mengawasi struktur, membeli material dan saya mengawasi bidang arsiteknya. di tengah jalan ada sedikit kesalahan, misal pintu yang ukurangnya kurang sedikit. tapi pemilik tidak mau tau dan saya di mintai ganti rugi. dan akan dilaporkan ke polisi, dan yang parahnya saya di tuduh manipulasi harga, bekerjasama dengan mandor, mencuri material, dan saya disuruh ganti rugi atas semuanya, padahan jika saya hitung lagi. harag RAB 830 juta. dan total material dan upah mandor sekarang totalnya 600 juta itu pekerjaan sudah 92%. bagaimana itu mbak. bagaimana saya menjelaskan ke pemilik.
dia tidak mau tau kalau saya sudah berusaha dan rugi besar.
adakah hukum hukum yang bisa membela saya. dan saya sudah menjelaskan dan memberi referensi tentang jasa arsitek tetapi mereka tidak perdelu. saya merasa dipermainkan.
wah mohon maaf saya jadi keterusan. terimaksaih.
mohon maaf bila merepotkan.
Oktober 28, 2008 pada 7:26 am
hamidi
mbak anna, tolong donk dibuatkan desain rumah 1 lantai ukuran pj 8m, lebar 15m, depan menghadap selatan, r.tamu, 2 r.tidur anak , 1 r.tidur utama+wc/k.mandi, r.keluarga, r.kerja, mushalla, dapur, tempat cuci, wc/k.mandi, garasi, gudang, kalau dapat sekalian sama tampak depan nya. terima kasih.
Nopember 1, 2008 pada 2:58 pm
Maliaki
mbak, aq sedang kebingunan nich, mau bangun rumah 1 lantai, rencana ukuran lebar 9m x panjang 15 m, kalo ngga merepotkan tolongin dong, dibuatkan desainnya ; depan menghadap selatan, 1. r tamu, 2. kmr tdk anak, 1. kamr tdr utama + wc/km, r keluarga, r. kerja, ruang makan, dapur, wc/ kmr mandi umum, garasi, gudang, sekalian dengan tampak depannya kalo bisa.
mbak anna, sukses selalu
tx.b4.
Desember 9, 2008 pada 4:38 am
Eka
Mbak, mau nanya..kalo saya mau bangun rumah dan memakai jasa Annahape studio tapi bahan bangunan saya mencari sendiri , bisa nggak ?…txs buat balasannya.
Desember 14, 2008 pada 5:04 am
jaya negara
Jaya Negara,
mbak, aq sedang kebingunan nich, mau bangun rumah 1 lantai, rencana ukuran lebar 12,5m x panjang 16,5 m, kalo ngga merepotkan tolongin dong, dibuatkan desainnya ; depan menghadap Kebarat, 1. r tamu, 3. kmr tdr anak, 1. kamr tdr utama + wc/km, r keluarga, r. kerja, ruang makan, dapur, kmr pembantu, wc/ kmr mandi umum, garasi, gudang, sekalian dengan tampak depannya kalo bisa sekalian dengan perkiraan RAB…. tks mbak.
Januari 28, 2009 pada 3:03 am
yogi nopasha
Mbak anna saya sedang membangun dapur plus kamar 2 Lt, ukuran 6 x 3 x 4 untuk dapur , dan 6 x 3 x 3 untuk kamar di atas dapur , yang menjadi masalah untuk lantai atas si tukang tidak menggunakan ring blok , karena saya tidak bisa mengontrol setiap hari, apakah aman dengan disain spt itu.
terima kasih , (besi beton yang digunakan ukuran 10 mm untuk tiang )
terima kasih
Yogi Nopasha
Januari 28, 2009 pada 5:13 am
tutiana
mbak..saya mau minta masukan kalo bisa ada gambarnya malah sy berterimakasih sekali…saya punya tanah uk.20 lbr dan 44 panjangnya ke belakang…rencananya sy mau bikin rumah makan dengan lebar bangunan cuma 10 mtr separoh dr luas tanah karena 10 mtrnya mau dipk untuk bangunan lain…ukuran yang saya inginkan 10×15 mtr dan ada tempat parkir di depan…bangunannya cuma 1 lantai tapi dengan desain minimalis…ruangan cuma kotak saja..yang saya mau minta masukannya masalahnya tampak depannya mabk…kira2 untuk sebuah rumah makan bagusnya tampak depannya gimana ya…
Februari 20, 2009 pada 9:04 am
www.interiordesignet.blogspot.com
Salam! Artikelnya bagus, berguna sekali buat yang ingin membangun rumah. Thanks!
Februari 25, 2009 pada 11:05 pm
rumah idaman
Halo semua! Artikel-artikel di sini sangat bermanfaat buat yang akan membangun rumah…Thanks.
Maret 6, 2009 pada 9:13 am
benny
mbak kalo ada kerjaan interior.. d sby saya siap bantu produksi..slam kenal…salutt
Maret 10, 2009 pada 5:02 am
ratna
artikel sangat menarik mbak,apalagi seperti saya yang punya rencana mo bangun rumah idaman, dan saya sangat berterimakasih kalau mbak mau tolong desainkan rumah minimalis dengan luas tanah p.30 x l.12.8
Maret 10, 2009 pada 3:35 pm
globalestetic
Mba ratna, saya dari global estetic….
mungkin kalau mba anna,lom bisa mbantu… kami bisa bantu mba ratna ko….
hubungi aja mas kiswanto di globalesteeic.wordpress.com
atau. di 087870952009
Maret 13, 2009 pada 3:50 am
tips keuangan
Makasih banyak ya mbak atas tips-tips tentang Anggaran Biaya Bangun Rumah. Bermanfaat sekali…..
Maret 17, 2009 pada 1:01 am
roy kainama
Mbak Anna,
Tahun lalu aku beli rumah ex tahun 80 an , luas tanah 15m X 25m , Rencananya aku mau renovasi bangunan yang ada kurang lebih 200 m2 berapa biayanya dari design sampai dengan RAB….Thanks
Maret 19, 2009 pada 3:17 am
tengku_akhyaruddin
salam kenal
saya membeli rumah tipe 36 dengan tanah 9m x 18m, rumah tersebut merupakan rumah kopel ( dempet 2)
saya kebingunan ingin mengembangkannya.
Maret 19, 2009 pada 3:20 am
tengku_akhyaruddin
saya pengen mengembangkan rumah saya tipe 36
rumah saya jenis kopel (dempet 2) dengan ukuran tanah 9m x 18 m
tolong donk kasih saran
April 1, 2009 pada 7:58 am
chris
Mbak tanah ortu saya menghadap ke selatan, ukuran 10 X 23 m. Tlg di gambarkan rumah yg enak pencahayaan & sirkulasi udaranya, adapun ruangannya: 1 kamar utama dg kamar mandi dalam, 1 kamar u/ ortu saya, 1 kamar anak, dapur, ruang tamu, ruang keluarga,km/wc, dan yg dibangunnya nanti2 kl ada duit : 1 kamar anak, garasi ( maklum dana mepet ) Tp pgnnya sih sisa tanahnya msh agak luas u/ berkebun. kira2 habisnya berapa juta ya mbak? Trims banget ya.
April 3, 2009 pada 5:54 pm
Aris Boy
Mbak Anna kira2 berapa biaya untuk membuat 1 (satu) disain toko ukuran 5 x 10.
April 15, 2009 pada 8:50 am
andhee
Mbak Anna yang baik, alhamdulillah saya merasa terbantu dengan tips2 dari mbak Anna. Tapi saya mo tanya, karena saya sedang menghitung biaya renovasi rumah, di mana saya bisa dapatkan upah tenaga / tukang bangunan saat ini? Lokasi rumah saya di Cimanggis, Depok, Jawa Barat.
Terima kasih atas jawaban mbak Anna.
April 28, 2009 pada 2:56 am
jessica
Mbak terimamkasih dulul yah. Mbak kokmbaik banget dan mau membantu org2 lewat situs ini. Kiranya Tuhan membalas budi baik mbak yah.
Mbak, saya lihat rumah diSEmarang gede2 pengen sekali punya sepertti itu tapi kok mintanya mahal banget 800jt ongkosnya tok. 5.5 jt per mt. Gaya nya minimalis modern. Boleh dak kalo saya minta tolong di design. Ukuran tanah 1500 an. bangunan 15 X 25 m. 2 lt. Maunya keliling ada udara keluar masuk supaya irit AC. Yang lainnya tumbuha2an.
Kalau ada waktu tolong yah Mbak. Terima kasih atas kebaikannya.
Salam, Jessica
Mei 7, 2009 pada 11:41 pm
muali
MBAK AKU MINTA TOLONG GAMBAR DAN RAP UNTUK MEMBANGUN RUMAH UKURAN 8 * 10 YANG TERDIRI DARI 2 KAMAR TIDUR,RUANG TAMU DAN DAPUR/RUANG MAKAN .TERIMA KASIH ATAS BANTUANYA YA MBAK
Mei 9, 2009 pada 2:59 am
dinia
Mba… trima kasih sebelumnya.
Saya memiliki rumah, yang lumayan sudah rusak hehehe. ukuran nya pun kecil sekali berada di tengah rumah lain. ukurannya cuma 4 x 15 m. Tadinya orang saya tidak pernah memikir kan untuk memperbaiki rumah dikarenakan lokasi yang berada di tengah2 dan ukuran yang sangat kecil ini. Tapi saya berfikir untuk merenofasi rumah ini walau hanya ada untuk 1 kmr tidur, 1 kmr mandi dan dapur aja. tapi saya mengingiinkan ada halaman untuk menyimpan pepohonan pot di depan agar tidak terlalu pengap. Menurut mba baiknya seperti apa ya bangunan rumah saya ini, trus RAP nya kira2 berapa. Saya ucapkan terima kasih.
Juni 6, 2009 pada 1:12 pm
Agusri
Mbak Anna saya punya rumah ukuran tanah 10 x 10.5 m mau di renovasi dengan type minimalis untuk 2 tingkat, lantai 1 ruang tamu, ruang keluarga, kamar utama, kamar pembantu, ruang tamu, dapur, teras dan car port. untuk lantai 2 desaign untuk tiga kamar, ruang jemur dan tempat mencuci.
saya minta tolong di design dan berapa biayanya kira2.
Terima kasih atas bantuanya.
Salam,
Agusri
Juli 4, 2009 pada 3:48 am
yanty
mba’ saya punya tanah 67m2, saya mau bangun 3 kamar tidur, 1 ruang tamu, 1 dapur, 1 kamar mandi. menurut mba’ denah seperti apa yang bagus untuk saya, kira-kira berapa biayanya? thanks mba.
Mei 24, 2009 pada 4:52 pm
YONO
bener mas murah