TIP 3 Mendesain Interior Kamar Anak

 

annahape.com Pengalaman saya mendesain interior kamar Anak susah-susah gampang. Kalau saya mendesain kantor atau rumah tinggal urusannya lebih mudah. Saya bertemu langsung dengan owners, pemilik yang biasanya sekaligus pengguna.

Mendesain kamar anak? Yang saya jumpai adalah orangtuanya. Nah di sini kesulitan pertama langsung datang. Sebabnya, yang langsung terungkap adalah keinginan sang mama atau papanya tentang interior kamar anaknya. Ibu dan bapak ingin begini dan begitu.

Tidak jarang ortu sudah membawa beberapa gambar referensi kamar anak yang mereka dapat dari buku interior atau foto. Lucu juga kejadiannya kalau kemudian mereka meminta meng copy paste interior kamar anak dari rumah tetangga atau saudaranya.

Terhadap klien seperti itu saya mencoba meyakinkan bahwa interior kamar anak idealnya adalah hasil keinginan sang anak. Jangan mengira anak tidak punya gagasan apa-apa tentang interior kamarnya.

Umumnya mereka setuju. Tetapi ada juga yang memberi titipan pesan: tapi jangan yang begini dan begitu ya mbak. “Kami tidak suka dengan selera anak kami itu”.

Ada juga klien yang tidak mengerti maksud saya. Alasannya: “Lha anak saya baru usia 2 atau 3 tahun. Dia belum ngerti apa-apa”.

Menurut saya anggapan itu kurang tepat. Saya biasanya minta ijin untuk dapat mengenal anak itu. Saya melihat kesehariannya, kesukaannya atau warna-warna favoritnya. Masuk dalam dunia mereka dan ngobrol dengan bahasa mereka.

Dari pengamatan itu saya dapat menggali lebih banyak tentang minatnya, benda-benda kesukaannya, bentuk-bentuk favoritnya. Dengan sejumlah data itu, saya mencoba membayangkan komposisi yang unik dan menarik. Sebuah pra desain interior sudah saya dapat.

Persoalan berikutnya adalah bagaimana membuat interior yang relatif berusia panjang. Tidak hanya setahun dua tahun harus ganti lagi. Apa lagi anak-anak bertumbuh dengan cepat dan tidak jarang berganti minat.

Kiatnya adalah: untuk barang-barang kebutuhan standard kamar seperti tempat tidur dan lemari saya menghindari bentuk yang terlalu spesifik. Misalnya tempat tidur berbentuk mobil-mobilan atau kereta api. Bentuk kesukaan semacam itu saya taruh sebagai dekorasi di lemari atau dinding. Jadi sewaktu-waktu bisa diubah. Contohnya, klik di sini.

Konsep interior kamar anak yang baik menurut saya adalah yang mungkin untuk dikembangkan di kemudian hari. Sejalan dengan perkembangan anak. Siapkan space/ ruang untuk meja belajar. Walaupun, sekarang mungkin belum dibutuhkan.

Beberapa hal lain yang harus dihindari dalam mendesain kamar anak. Hindari penggunaan barang yang menggunakan bahan berbahaya. Khususnya cat. Jangan ada bidang atau sudut yang tajam. Dan jangan menaruh barang dekoratif yang membahayakan di kamar anak.

Perhatikan sirkulasi udara ke kamar tersebut. Untuk anak-anak di bawah lima tahun, akses dari dan ke kamar ortu harus menjadi pertimbangan.

Salam

bannerblogger_61-11.jpg

Mendesain dengan hati
Untuk layanan profesional hubungi Annahape Studio (klik)

Contoh foto furniture anak dapat di lihat di sini
Artikel terkait: Tip 23 desain lemari mainan, klik di sini

 

22 Replies to “TIP 3 Mendesain Interior Kamar Anak”

  1. dear mba anna, kami coba renovasi rumah bln april 2009 lalu.tapi karena keterbatasan dana, proses renovasi kami stop september 2009 dengan kondisi 25%. dan sampai kini belum diteruskan. luas bangunan kurang lebih 200m2.rencananya kira2 september 2010 ini kami akan meneruskan proses renovasi.dan terus terang, dengan keterbatasan dana yang ada, kami juga ingin menggunakan jasa interior disain agar rumah kami nantinya lebih nyaman untuk ditempati.setelah saya coba browsing, lumayan mahal juga ya jasa disain interior?kalau untuk endisain sendiri,meski banyak buku2 dan majalah disain, kayaknya kok susah.kira2,ada tidak ya jasa disain interior yang tidak terlalu mahal? budget kami untuk jasa disain tiap ruang maks. rp 200rb. terima kasih bila mba anna berkenan memberi masukan

Tinggalkan Balasan ke widya desiyanthi Batalkan balasan

%d blogger menyukai ini: