Bagaimana Kami Berkomunikasi dengan Klien?

Halaman Studioannahape.com Pertimbangan jarak sering menjadi kendala dalam memilih sesuatu.

Kendala paling menjengkelkan dalam melakukan aktivitas di Jakarta adalah masalah transportasi. Sebagi contoh perjalanan dari Bintaro, studio kami, ke pusat bisnis seperti ke Jl Sudirman atau Gatot Subroto dalam jam sibuk waktu tempuhnya bisa 1,5 jam sampai 2 jam.

Komunikasi dengan cara tradisional melulu, selain merepotkan juga menghabiskan banyak waktu dan energi. Padahal proses mendesain sebagian besar adalah proses “menyepi”. Kelelahan fisik karena terlalu lama di perjalanan dan suasana yang tidak kondusif untuk melakukan proses kreatif bisa menjadi hambatan berkreasi.

Syukurlah, internet, web, email menjadi sarana yang sangat membantu. Contohnya, salah satu klien dari proyek yang kami tangani sekarang tinggal di Bandung. Proses diskusi melalui email menjadi sangat efektif. Gagasan, koreksi, catatan-catatan bisa direcord dan dikirim seketika, tanpa menyediakan waktu khusus untuk bertemu.

Komunikasi macam ini, membuat kami di studio dapat berproses dengan tenang. Mendesain sambil memandang halaman belakang studio yang lapang, hijau dan asri (foto).

halamanstudio.jpg

Apakah presentasi, tatap muka, kunjungan dan pengawasan ke site menjadi tidak penting. Survey lokasi sangat penting. Presentasi tatap muka bisa dikurangi dan jauh lebih efektif, karena proses persiapan untuk presentasi sudah jauh-jauh hari dilakukan.

Biasanya, 3 (tiga) kali tatap muka untuk desain arsitektur plus kunjungan ke site sudah cukup untuk sampai taraf deal/persetujuan desain. Selanjutnya pekerjaan-pekerjaan di workshop untuk furniture atau interior sudah dapat dimulai. Atau kalau itu berarti pekerjaan di lapangang/site untuk membangun rumah pun dapat dimulai. Cukupkah 3 kali pertemuan presentasi? Lebih dari cukup bila disertai dengan puluhan email diskusi, dan gambar-gambar yang dikirim via jalur maya.

Saya bahkan punya beberapa contoh ekstrim.  Klien kami datang dari Canada, Australia dan bahkan dilepas pantai. Jarak yang jauh membuat pertemuan tidak mungkin. Dan karenanya proses diskusi dilakukan secara virtual. Dan berhasil.

Salam

bannerblogger_61-11.jpg

Mendesain dengan hati

3 Replies to “Bagaimana Kami Berkomunikasi dengan Klien?”

Tinggalkan Balasan ke supriadi amrie Batalkan balasan

%d blogger menyukai ini: