Tip 36 Gambar Rumah/ Villa / Cottage: Dari Satu Layout Menjadi Empat Alternatif Sketsa Tampak Rumah, Milik Klien dari Canada

annahape.com Ketika tip ini ditulis, saya sedang men-design rumah / design villa dengan kasus yang unik. Bayangkan saya di Jakarta, Klien di Canada, Villa yang di desain di Garut, Jawa Barat. Mbak Olly and Fam, yang tepatnya tinggal di British Columbia Canada, mempercayakan desain rumah mungilnya di Garut kepada kami. Terus terang, kecuali via email kami belum pernah berjumpa langsung. Bagaimana prosesnya?

Keterbatasan jarak, nyatanya tidak menghalangi proses desain dan komunikasi. Nah kali ini saya mau cerita bagaimana proses mendesain (yang belum selesai) berlangsung dengan efektif.

Tanah yang akan dibangun luasnya 200m2, dengan bentuk lahan trapesium. Meskipun tidak bertemu langsung dengan pemilik, survey tetap kami lakukan. Karena bagi kami tahap ini tidak boleh dilewatkan, apalagi diabaikan (klik). Pemandangan ke arah Barat Laut atau sudut belakang rumah sunggu fantastik yaitu gunung yang menjulang tinggi. Nah pemandangan seperti ini tentu tidak boleh di sia-siakan.

Setelah diskusi (via email) tentunya klien sepakat untuk memakai salah satu lay-out atau denah rumah mungil 2 lantai seluas 130 m2. Lihat gambar denah lantai 1 dan lantai 2 berikut ini. (Gambar lebih besar silakan klik di sini dan di sini)

Perhatikanlah teras baik di lantai 1 maupun lantai 2 adalah bagian dari upaya optimal untuk mengakses pemandangan nan menakjubkan. Selain itu, ruang yang lapang, dengan jendela yang banyak dan tembok yang sesedikit mungkin menjadi concern kami. Maklumlah, rumah atau villa yang akan disinggahi sekali-sekali, dapat dimanfaatkan untuk kangen-kangenan keluarga besar.

Di bagian teras belakang, kami juga buatkan kolam ikan dan di desain ada air mancur dari lantai 2 yang akan menjadi seperti tirai air, agar pemandangan gunung menjadi makin eksoktis.

Kalau Anda cermati betul layout rumah dalam gambar di atas, kelihatan betul kami sudah memperhatikan interior rumah sejak awal: island di dapur dengan akses ke teras yang dapat dimanfaatkan untuk sarapan pagi, credensa mungil di antara ruang tamu dan ruang makan plus lampu hias. Last but not least, penataan lemari built in di kedua ruang tidur di lantai 2, menciptakan ruang tidur yang akan berkesan lapang.

Selain itu, service area kami buat terpisah dari bangunan utama. Pertimbangannya, kalau si empunya rumah berada nun jauh di seberang lautan, rumah tetap dapat ditinggali penjaga, dengan akses yang terbatas.

Nah dari layout yang sudah disepakati itu, kami melangkah untuk membuat tampak rumah (fasade). Diskusi yang panjang membawa kami pada empat alternatif tampak yang kami sajikan di bawah ini. Mulai dari tampak dengan aksen etnik (alternatif 1), minimalis modern (alternatif 2) sampai dengan aksen colonial pada atap dengan kemiringan 45 derajat alternatif 3).

Gambar Desain Tampak Rumah Alternatif 1 (Untuk melihat gambar lebih besar klik di sini)

Gambar Desain Rumah Alternatif 2 (Gambar Lebih besar klik di sini)

Gambar Desain Rumah Alternatif 3 (Gambar Lebih besar klik di sini)

Pilihan jatuh pada alternatif 4, yaitu desain rumah dengan aksen simpel, elegan. Nah sampai di tahap ini, kami coba buatkan dengan sketsa 3 Dimensi menggunakan program sketchup yang dapat Anda download gratis dari Google. Tiga sudut perspektif kami tampilkan di bawah ini

Gambar Desain Rumah: Tampak Muka (fasade)(Gambar Lebih besar klik di sini) .


Gambar Desain Rumah Tampak Samping Luar (fasade).
(Gambar Lebih besar klik di sini)


Gambar Desain Rumah Tampak Samping Dalam (fasade)
(Gambar Lebih besar klik di sini)

Kami memilih menggunakan sketchup karena relatif cepat, juga karena belum sampai tahap final. Pada penahapan akhir, gambar tersebut akan ditampilkan dengan program 3Dmax, Oh ya, dengan Sketchup Anda dapat mulai mendesain rumah sendiri lho, silakan search di google dan download kalau mau mencobanya.

Gambar di atas belumlah akhir dari proses desain, karena ketika saya menulis ini, masih ada catatan perbaikan dari mbak Olly misalnya soal bukaan jendela ke samping agar kesan lega semakin maksimal. Ornamen batu alam dibuat lebih menonjol di berbagai dinding rumah.

Kalau saya bersharing di tengah proses desain, tujuan saya sederhana. Bercerita, bagaimana kami mendesain dengan hati, dengan cinta. Dan mudah-mudahan Anda jadi tahu proses desain membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Karena setelah tampak disepakati, kami masih harus mengerjakan detail arsitektur (baca tip 16), detail struktur (tip 18) dan tentu saja RAB atau rencana anggaran biaya (tip 19). Contoh-contoh desain villa lainnya dapat juga di lihat di sini (desain villa). Tentang arti penting master plan untuk desain villa dapat dibaca di Tip 84

Salam
bannerblogger_61-11.jpg
Annahape

68 Replies to “Tip 36 Gambar Rumah/ Villa / Cottage: Dari Satu Layout Menjadi Empat Alternatif Sketsa Tampak Rumah, Milik Klien dari Canada”

  1. Jangan lupa segi keamanan dipertimbangkan juga. Baik keamanan bagi penghuni rumah saat menempati maupun keamanan dari pencurian.

    Maaf kalo ngga nyambung.

  2. Wah, gimanapun pasti merepotkan komunikasi jarak jauh gitu. Kita jadi kurang bisa membaca gimana ekspresi si client terkait desain kita. Apalagi akan lebih repot lagi bila si client kurang bisa mengungkapkan kebutuhan/ekspektasinya dg baik.

  3. salam

    seneng banget rasanya bisa nemuin blog ini, soalnya aku udah mulai merencanakan untuk membuat rumah yg berdesign modern gitu. dan saat ini baru mengumpulkan gambar2 dari majalah atau koran. semoga mbak hana berkenan menghibahkan karyanya.

  4. sekedar tanggapan dari seorang calon arsitek.. hihihi..
    -begin here-
    1. desain alternatif 1 dan 2 keknya bagus tu mba’.. tritisan juga bisa panjang.. sehingga thermal ruang dalam lantai 2 bisa terjaga.. apalagi terasnya ada di barat.. jadi ya harus panjang tritisannya..
    2. hmm… gimana klo teras lantai 2 juga dibuat semi terbuka.. ato paling enggak.. pake jendela kaca putar yang panjang (50×200 cm), berjejer2.. keknya asyiikk tu.. apalagi di garut.. dgn view pegunungan.. dgn jendela gede2 kek gitu kan aroma dan view gunung bisa masuk ke dalam..
    3. lantai teras lt 2.. pake parket kayu.. biar lebih hangat.. hmm.. tapi disesuaiin sm kusen jendela juga ding..
    4. hmmmm… *lagi mikir ni..*
    -end here-
    fyuuhh.. udah itu aja dulu mba’.. sorry klo ngasal bgt comment-nya.. harap maklum.. kan masih calon arsitek.. kurang tinggi jam terbangnya!!! mana gak berkunjung ke site-nya lagi.. belom ngerasain sendiri soul of site nya..

  5. bener mbak lebih mudah pake sketch up dulu. Tapi saya kalah cepet sama anak saya yang 10 thn, dia lebih dulu belajar, jadi saya yang malah bertanya2 ke dia. Btw, blog anda bagus sekali. Very interesting articles…

Tinggalkan Balasan ke hery Batalkan balasan

%d blogger menyukai ini: