Tip 53 Rencana Anggaran Biaya Bangun Rumah: Mengapa Anda Harus Membayar Lebih Mahal kalau Menggunakan Kontraktor?

annahape.com Dalam Tip 20 saya menguraikan beberapa skema pembiayaan pembangunan rumah idaman Anda, terkait dengan tukang dan kontraktor. Intinya ada 3 skema biaya bangun rumah Yaitu: (1)langsung berhubungan dengan mandor/tukang, (2) cost and fee (3) kontrak penuh dengan kontraktor. Mana yang sebaiknya Anda pilih?

Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Pada kesempatan ini saya akan membahas kelebihan dan kekurangannya satu per satu.

1. Faktor biaya yang harus Anda keluarkan. Dari segi nominal biaya yang harus Anda keluarkan: langsung berhubungan dengan tukang (alternatif 1) lebih murah daripada alternatif 2. Dan pilihan skema cost and fee, lebih murah daripada menyerahkan sepenuhnya semua pekerjaan pada kontraktor alternatif 3).

2 Faktor tenaga dan waktu yang harus Anda sediakan. Tenaga dan waktu yang harus sediakan berbanding terbalik dengan biaya yang harus Anda keluarkan. Artinya, kalau Anda ingin mengeluarkan sedikit biaya dengan memilih alternatif pertama Anda harus menyediakan waktu dan tenaga ekstra untuk mengawasi tukang, baik kualitas kerja maupun kecepatan kerja, serta konsultasi teknis bila tukang membutuhkan saran teknis. Anda juga harus cukup waktu untuk mencari supplier bahan bangunan, menentukan pilihan bahan dan pergi berbelanja/berhubungan dengan toko bangunan. Kalau Anda memilih alternatif 2 (cost and fee), waktu dan tenaga ekstra Anda setidaknya untuk memilih dan berbelanja material. Sementara pengawasan dan konsultasi teknis Anda serahkan pada kontraktor/arsitek pengawas.

3. Faktor Pengetahuan teknis bangunan. Pengetahuan teknis bangunan juga berbanding terbalik dengan nominal biaya. Sebaiknya Anda mempunyai pengetahuan teknis minimal kalau Anda memilih alternatif 1. Misalnya Anda harus cukup tahu tentang tahap-tahap pembangunan struktur, pilihan atas jenis besi untuk beton sampai teknis pengecatan dan pemasangan ubin lantai.

4. Faktor Resiko. Masing-masing skema pembiayaan mempunyai resiko tersendiri. Misalnya, kalau Anda memilih pembiyaan dengan skema pertama, sementara Anda tidak mempunyai pengetahuan teknis bangunan, tentu resiko kesalahan menjadi sangat besar. Sementara pilihan skema ke tiga, yakni sepenuhnya menyerahkan pada kontraktor, beresiko biaya tinggi. Yang penting diperhatikan adalah: Apapun pilihan Anda, Anda harus memperhitungkan resiko dan merencanakan segala sesuatunya bila resiko tersebut terjadi.

Setelah membaca tip ke 20, seorang pengunjung web mengirim email dan bertanya kepada kami. Kurang lebih peratanyaan demikian: kalau saya memilih skema cost and fee, bagaimana saya dapat mengetahui bahwa kontraktor tidak meng-mark-up harga material?

Pertanyaan di atas kurang tepat, karena dalam model pembiayaan cost and fee Anda sebagai pemilik rumah harus berbelanja sendiri material yang dibutuhkan serta melakukan pembayaran tukang. Karena itu tidak mungkin ada mark-up karena Andalah yang melakukan survey harga dan berbelanja.

Anda justru mungkin mendapat harga yang lebih murah atau discount kalau Anda membelanjakan kebutuhan semen, besi, bata dan sebagainya sekaligus dalam jumlah besar di awal proses pembangunan. Potongan harga ini lah yang biasanya diperoleh kontraktor sebagai salah satu keuntungan.

Baca juga Tip 63: Sepuluh Biaya lain-lain di luar RAB Bangun Rumah
Tip 64: Berapa Biaya Bangun Rumah per m2? Dan Jawaban yang Menyesatkan

bannerblogger_61-11.jpg

Mendesain dengan hati
Untuk layanan profesional hubungi Annahape Studio (klik)

35 Replies to “Tip 53 Rencana Anggaran Biaya Bangun Rumah: Mengapa Anda Harus Membayar Lebih Mahal kalau Menggunakan Kontraktor?”

  1. Mohon izin Mbak untuk menyebarkan isi content anda,kami pengrajin kecil marmer dari Tulungagung,saya sangat memerlukan artikel ini untuk membangun tarffic situs,tentunya saja akan memberikan link terkait dengan jasa dari anda dan juga layanan proffesioanl yang anda berikan,Mohon Mbak Anna dan team berkenan ya..?? saya hanya butuh traffic,siapa tahu bisa nyangkut pemesanan bahannya di saya.Terimakasih atas budi baiknya.

  2. mbak… saya punya rumah tipe 36 LT 150 m2…. terletak di sudut, rumah menghadapke barat. jalan di depan dan samping kanan rumah. di belakang ada hal 5 x 10 mtr. saya berencana untuk membangun hal belakang tsb dengan bangunan 2 lantai yang menyatu dgn rumah yg sekarang. saya membutuhkan 3 kmr tidur lg… hal untuk jemur.. sedikit taman/kolam kecil di belakang sebagai tempat pertukaran udara… dan pintu samping.. mohon bantuannya

  3. Dh
    bu Anne yang baik
    saya nery , saat ini saya memiliki sebidang tanah 180 meter
    terus terang saya bingung untuk membangunnya, karena uang cash saya tidak cukup untuk bangun ,rencana nya saya akan bangun 120 meter untuk rumah
    apakah bisa saya bangun dengan konsep rumah tumbuh bu…
    mungkin sekarang cukup satu kamar tidur,1 kamar mandi, 1 dapur kecil dan area service ,bagaimana konseprumah tumbuh sebaiknya buat saya bu
    dengan dana yang ada sekarang cukup terbatas , rencananya jika saya punya uang lagi akan saya lanjutkan pembangunannya
    satu lagi bu ,apakah sebaiknya saya bangun dengan konsep borongan atau dengan kontraktor
    mohon sekali bantuannya bu

    terimakasih sekali atas kebaikannya

    nery

  4. Rumah saya kopel type 7×6=42. LT 126 9.70*13. Saya mau + keblakang sama Garansi Samping. Ukuran tanah kosong Belakang 9.70*3.80 Garansi. 2.80 lbr panjang 9.20. Tolong Saya dong Mau rehab bisa 2 Kamar. Thannk.s

Tinggalkan Balasan ke mr, din Batalkan balasan

%d blogger menyukai ini: