Tip 76 Lho, Ini Rumah Siapa? Kok Rumahnya “Gak Gue Banget”!

Rumah Horisontalannahape.com. Ini cerita lucu dari klien. Anekdot  rumah minimalis modern di Jakarta. Minggu kemarin, saya kedatangan klien baru. Seperti biasa kami bincang-bincang di teras belakang studio arsitek kami yang asri. Halaman luas, dengan pohon mangga dan rambutan di tengahnya. (Catatan: di situ memang tempat kami  bertemu klien. Tidak ada ruang meeting formal untuk konsultasi)

Nah, seperti biasa juga, topik pembicaraan melebar kemana-mana. Sampai akhirnya berceritalah sang bapak. Belum lama ini mereka membeli rumah. Pasti bukan rumah pertama. Terpengaruh oleh iklan yang gegap gempita, dibelilah rumah dengan gaya minimalis modern. Lokasinya kelas satu. Desainnya menawan. Kualitas bangunan high-end. Harga sudah bilangan M. Wah!

Oleh karena rumahnya minimalis modern, sudah sepatutnya furniturenya menyesuaikan. Karena itu pergilah mereka ke toko furniture modern. Toko ini  spesialis menyediakan furniture modern minimalis. Kalau Anda pergi ke mall besar di Jakarta, Anda pasti tahu yang saya maksud. High Class lah.

Singkat cerita, akhirnya seluruh rumah lengkap terisi. Rumah baru dengan perabotan baru pula. Mulai dari ruang tamu, living room, sampai kamar tidur, seluruhnya sudah berisi furniture. Sofa, minimalis modern. Meja dan kursi makan berkelas. Tempat tidur, wardrobe modern style. Lengkap dan siap ditempati. Apa yang terjadi?

Ketika mereka masuk rumah yang sudah siap huni itu, spontan mereka kaget: lho, ini rumah siapa? Bahasa gaulnya: “Kok gak gue banget, gitu lho!” (Dalam bahasa baku maksudnya: tidak mencerminkan diri saya, karakter saya) Cerita punya cerita. Bapak dan Ibu ini sebenarnya penggemar furniture yang berbau etnik. Meja jati dengan ukiran. Amben, atu bale-bale kayu yang lebar untuk santai. Ornamen dekorasi dari daerah. Begitulah rumah mereka sebelumnya. Home sweet home. Rumah yang kental dengan nuansa arsitektur jawa.

Oleh karena rumah yang baru  dirasa bukan rumah sendiri datanglah mereka pada kami. PR kami adalah mengubah di sana-sini agar rumah lebih homy. Agar nantinya  mereka benar-benar merasa tinggal di rumah sendiri. Bukan di rumah tetangga. Tugas ini bukan hal mudah. Tapi OKlah, tantangan yang menarik.

Moral cerita dari kejadian lucu ini adalah: please, pelajari betul-betul rumah yang akan Anda beli atau bangun. Amatilah dan perhitungkan desainnya dengan cermat. Pertimbangkanlah gaya hidup Anda. Apakah rumah yang ditawarkan, atau hasil desain sang arsitek, sungguh cocok dengan gaya hidup Anda.  Dengan filosofi hidup Anda? Apakah pembagian ruang sudah sesuai dengan kebutuhan Anda?

Banyak model rumah bisa digoogling. Anda bisa copy-paste kalau Anda mau. Persoalannya, untuk apa Anda “membuang” rupiah yang susah payah dikumpulkan? Kalau setelah rumah  jadi, Anda dan pasangan melongo: “Lho ini rumah siapa?”

Di Rumah Annahape, kemarin (02/02/10) saya menunjukkan contoh rumah etnik jawa modern. Maksudnya, untuk diperbandingkan dengan rumah minimalis yang gencar diiklankan. Salah seorang anggota, mbak Etik Pratiwi berkomentar begini: “kayaknya diera2 skrg dah jarang ya mbak model rmh spt itu..ngeliat rmh selalu minimalis..minimalis..dan minimalis.. Jd ngeliat rmh itu (Maksudnya, gambar di bawah.ini) mak cles..pengobat rindu akan rmh etnik,rumah tropis..ok abis!!!


Sekali lagi ini moral ceritanya: Selera kita tentang rumah sedikit banyak dipengaruhi oleh iklan. Era minimalis adalah selera pasar. Brainwhasing, produk cuci otak bentukan dari  promosi gencar para pengembang perumahan. Atau pedagang. Hitung-hitungan biaya memang lebih murah, lebih cepat kalau membuat rumah seragam; daripada mendesain satu per satu rumah sesuai karakter penghuni. Karena itu, pikir pengembang nan cerdas, selera pasar harus dibentuk. Agar orang manut saja ditawari rumah seragam.

Seandainya. Sekali lagi seandainya Anda mau dan mampu, bangunlah rumah yang berkarakter Anda dan keluarga Anda. Arsitektur minimalis, tropis, etnik, atau agamis seringkali cuma trik dagang, label para penjual. Konsep yang awalnya lahir dari para arsitek besar dan terhormat itu sudah berubah menjadi brosur yang disebar di mall, pintu tol atau google. Akhirnya, atau untungnya, semuanya tetap tergantung Anda sendiri: pilihlah sesuai jati diri.

Salam

bannerblogger_61-11.jpg

Annahape, Mendesain dengan hati

Comments
11 Responses to “Tip 76 Lho, Ini Rumah Siapa? Kok Rumahnya “Gak Gue Banget”!”
  1. ahmed berkata:

    mba ana thx ya.. udah buat inspirasi gw jalan n yakin terhadap property. gw rencananya mau bangun perumahan type 21, 36, 45. gmn caranya agar design rumah tidak seperti perumahan pada umumnya? bisa sharing ilmu ya mba?

  2. deni berkata:

    emang orang indon aneh,… mana ada gaya disain minimalis..
    saya jg punya pengalaman dgn klien, udah cape2 ngedisain dgn full konsep dan filosopi, buntut2nya klien bilang yang minimalis aja kayak gini ( sembari nunjukin foto rumah jadi di daerah pondok indah).. padahal kl saya liat rumahnya gaya ardeco. weleh2…. serba minimalis, pengetahuannya juga minimalis.hehehe..

  3. huwey berkata:

    betul mbak, harus hati-hati dan jeli memilih baik rumah, maupun perabotan di dalamnya, tidak asal ikut tetangga. Rumah adalah cermin pribadi pemiliknya, itu menurut saya
    thanks

  4. Moh Rondhi berkata:

    Yang betul rumah minimalis atau rumah minimal? Tolong saya dijelasin ya mbak Anna, juga ada nggak ya rumah yang bergaya maksimalis? Terima kasih atas kebaikan hati mbak.

  5. ashari berkata:

    desain minimalis yang banyak kita lihat sekarang, menurut saya, bukan saja banyak yang tidak klop dengan kebiasaan hidup kita, tapi juga banyak desain yang di-paksa2-kan nempel sebagai ornamen tanpa fungsi sama sekali, dan parahnya tidak mempersiapkan kemungkinan desain yang suatu saat harus dibuat jika rumah itu tumbuh;

    sebagai awam, saya kadang jengkel melihat desain rumah tanpa garasi, yang fasadnya sama sekali tak mempersiapkan desain untuk kemungkinan akan ditambahkannya garasi (kita tahu pada saat ini garasi adalah kebutuhan mendekati primer sebuah rumah); ketika tanpa garasi memang tampak menggiurkan yang berniat beli, tapi begitu ditempati dan ditambah garasi, maka kacaulah desain keseluruhan . . .

    begitulah uneg2 saya . . .

  6. syawal berkata:

    setuju!!! Rumah adalah cerminan diri pemiliknya.Rumah juga hendaknya memiliki jiwa yang selaras dengan jiwa pemiliknya.sehingga pemiliknya menjadi nyaman dan si rumah pun menjadi terjaga atas dasar kecintaan sang pemilik atas bagian dari jiwa-nya itu….artikel yg menarik,thanks

  7. marwanti berkata:

    salam kenal mbak anna dr saya. thanks banget atas infornya……klo mau minimalis tp furniture dalemnya jawa tradisional bisa gak sih mbak? atau sedikit sentuhan jawa gitu lhoh mbak….penginnya pintu dr gebyok kudus……ama furniture2nya………makasih banget kalo dijawab….kalo gak dijawab ya gak papa deh khan mbak udh baek hati kasih informasi ke kita2…..bravo mbak anna……

  8. nila berkata:

    Salam hangat mba’ana….

    Thanks a lot atas artikel2 nya yg mencerahkan my mind…khususnya ttg filosofi mendesign rumah, dan tidak mau ikut2an iklan dsb. Oya, izin ya mba’ bila saya mengcopy artikel2 mba utk referensi merenov rmh (Insya allah) terwujud dlm waktu dkt ini…amin..

  9. abasosay berkata:

    minimalis tradisional bisa ga sih? :mrgreen:

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] Dan itu hanya mungkin kalau Anda secara khusus meminta jasa arsitek untuk mendesainkan (baca Tip 76 Rumah yang “Gue banget”). Namun pilihan ini bukan pilihan rasional untuk kebanyakan orang. Masalah utamanya adalah cash […]



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

  • Desain Interior

    Aneka Produk Design/Desain Interior di Annahape Workshop & Studio: 3D interior, konsep interior, interior warna cat, Wallpaper, kolam ikan, kolam renang, seni interior, pintu, Plafon, Foyer, Kamar/Ruang Tamu, Kamar Anak, Kamar Bermain, Meja Kerja, Meja Makan, Kursi Makan, Ruang Makan, Ruang Tidur, Bedroom, Bath room, Tempat Tidur, Lemari, Almari, Backdrop, Backwall, Sofa, Daybed, Puff, Dapur/Kitchen Set, Pantry, Home Theater.
    Kantor: Ruang Rapat, Ruang Direktur, Ruang Staff, Ruang Reseptionis, Lobby, Ruang Kerja, ruang sekretaris, interior kantor

  • Real Estate Blogs Real Estate Blogs - Blog Rankings

  • Desain Rumah /Arsitektur

    Jasa Arsitektur: Gambar Desain Arsitektur 3D, Gambar Kerja Arsitektur, Struktur dan RAB (Rencana Anggaran Biaya), Renovasi Rumah Menyeluruh, Desain Toko, Desain Restaurant, Desain Kantor, Bangun Rumah Tinggal, Master Plan, Landscape, Site Plan. Rumah mungil, besar, modern, mewah.

    Konstruksi Pengerjaan bangunan, rumah, ruko, rukan, kolam renang, villa, restoran. Termasuk carport, pagar dan taman

    Langgam, style, gaya:
    Etnik, Minimalis, Retro, Modern, Klasik, Tradisional, Eklektik, Mediteranian, Art Decoratif

  • Konsultasi & Jasa Profesional

    Annahape STUDIO (Didirikan Thn 2000)

    Informasi desain, produk, jasa/konsultasi profesional, jam/hari kerja, jadwal libur dan pekerjaan yang tidak dapat kami layani silakan klik:

  • Contact Annahape

%d blogger menyukai ini: